Home Hidup Sehat Proses Penularan Demam Berdarah Aedes Aegypty

Proses Penularan Demam Berdarah Aedes Aegypty

325
0
SHARE
Proses penularan demam berdarah Aedes Aegypty

Proses penularan demam berdarah. Penyakit demam berdarah sudah sejak dulu sering mewabah di negara tropis Indonesia, belum lama ini penyakit demam berdarah ini kembali mewabah di beberapa dearah di Indonesia. Oleh karena itu bagi masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan selalu menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari adanya nyamuk Aedes Aegypty.

Proses penularan demam berdarah Aedes Aegypty

Namun tahukah anda bagaimana nyamuk Aedes Aegypty ini menularkan penyakit demam berdarah pada manusia. Tidak seperti nyamuk jenis lain yang lebih banyak berkeliaran saat malam hari, nyamuk aedes aegypti ini lebih suka berkeliaran pada saat siang hari, lebih tepatnya selama kurang lebih dua jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam.

Proses penularan demam berdarah. Pada nyamuk aedes aegypti dengan jenis kelamin jantan hanya makan dari buah. Sedangkan untuk nyamuk jenis kelamin betinanya, selain makan dari buah, juga mengisap darah untuk perkembangan telurnya.

Virus yang berada di dalam kelenjar ludah nyamuk ini dan yang sering kali menyerang masyarakat Indonesia ini yakni Virus dengue. Pada saat nyamuk betina mengisap darah manusia, dia menyuntikkan air liur ke dalam luka gigitan.  Pada tahap ini kemudian berpindah tempat, dari air liur nyamuk ke dalam tubuh kita.

Nyamuk ini mendapatkan virus setelah dia menggigit korbannya yang sudah terinfeksi virus dengue. Lalu nyamuk tersebut menggigit orang lain dan berakibat terjadinya penularan. Setelah inkubasi virus selama 8 hingga 10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat menjadi pembawa virus selama sisa hidupnya.

Proses penularan demam berdarah. Kita belum mengetahui apakah nyamuk yang membawa virus dengue, juga dapat menularkan virusnya ke anak-anak mereka dengan transovarial atau transmisi telur. Manusia yang telah terinfeksi virus dengue ini ialah pembawa dan pengganda virus yang utama. Virus tersebut beredar dalam darah manusia yang terinfeksi selama 2 hingga 7 hari, kurang lebih hampir sama lamanya dengan jangka waktu demam yang penderita DBD alami.

Nyamuk aedes yang tidak ataupun belum terinfeksi, kemudian akan menggigit manusia yang terinfeksi, pada titik inilah kemudian Si Nyamuk tersebut ikut terinfeksi dan berpotensi untuk menularkan virus ke manusia lain. Di negara – negara di Asia Tenggara dan Afrika, siklus penularan juga melibatkan primata hutan yang bertindak sebagai reservoir virus.

Nyamuk Aedes ini biasanya berkembang biak pada genangan atau wadah yang berisi air, dimana wadah tersebut biasanya berada didekat dengan tempat tinggal manusia, terutama pada lingkungan yang banyak sampah plastik yang digenangi air. Walaupun paling aktif pada saat siang hari, nyamuk Aedes aegypti ini akan makan sepanjang hari saat berada di dalam ruangan dan pada saat cuaca sedang mendung.

Proses penularan demam berdarah. Proses penularan demam berdarah oleh virus dengue terdapat dua pola umum yakni: epidemi dan hiperendemis dengue Transmisi epidemi dengue ini terjadi ketika virus dengue masuk pada suatu daerah sebagai peristiwa yang terisolasi dan juga melibatkan strain virus tunggal. Apabila jumlah vektor dan manusia (anak dan dewasa) cukup, transmisi ledakan ini akan dapat terjadi, dengan kejadian infeksi sebesar 25-50%. Upaya unutk pengontrolan, perubahan cuaca, dan kekebalan kawanan berkontribusi pada pengendalian epidemi ini.

Pola arus transmisi ini ditemukan di beberapa bagian di Amerika Selatan, Asia, Afrika dan negara-negara kecil berbentuk kepulauan. Transmisi hiperendemis ini ditandai dengan sirkulasi secara terus-menerus dari beberapa serotipe virus di daerah di mana sumber makanan, tempat tinggal, dan juga tempat berkembang biak dan selalu tersedia.

Hal tersebut merupakan pola dominan penularan global. Dalam populasi ini, prevalensi antibodi manusianya akan meningkat sejalan dengan bertambahnya usia dan kebanyakan orang dewasa akan menjadi kebal. Tansmisi hiperendemis tampaknya menjadi risiko utama penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Wisatawan yang masuk ke daerah hiperendemis ini akan lebih mungkin untuk terinfeksi daripada wisatawan ke daerah-daerah yang mengalami hanya transmisi epidemi.

Dengan kembali mewabahnya penyakit demam berdarah ini di berbagai daerah Indonesia seharusnya menjadi pengingat untuk kita untuk selalu menjaga kebersihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here