Resiko Keguguran Berkerja Malam Hari – Bagi Ibu yang sedang melakuakan program kehamilan menjaga kondisi tubuh untuk kandungan merupakan hal yang wajib untuk dijaga. Menjalani aktivitas sehari – hari memang boleh – boleh saja namun tahukah bunda terdapat resiko keguguran bekerja malam hari. Bagaimana penjelasannya ?.
Resiko Keguguran Berkerja Malam Hari
Berdasarkan sebuah studi menunjukkan bahwa ibu hamil yang bekerja setidaknya dua kali jadwal kerja atau shift pada malam dalam satu minggu akan memungkinkan memiliki resiko keguguran yang lebih tinggi pada menggi selanjutnya.
Ibu hamil yang memiliiki pekerjaan pada shit malam hari akan terpapar cahaya pada malam hari yang dapat mengganggu ritme sirkadian mereka dan dapat mengurangi pelepasan melatinin, dimana Meltonin sudah terbukti penting dalam mempertahankan kesuksean kehamilan bunda, dengan mempertahankan fungsi plasenta.
Ritme atau irama sirkadian yaitu variasi biologis dalam tubuh dalam waktu 24 jam.
Sebuah analisa oleh Begtrup dan rekannya mengatakan bahwa hasil kehamilan pada 22.744 pekerja palayanan publik yang kebanyakan dipekerjakan di rumah sakit Denmark. Peneliti mencocokkan para ibu hamil ini dengan catatan dari daftar kehamilan medis Denmark, yang berisi tentang data kehamilan yang berujung pada kelahiran bayi, dan juga data pasien nasional di Denmark yang berisikan informasi tentang kegugurannya kandungan ibu hamil
Baca Juga : Tips Cepat Hamil Untuk Pasangan Baru
beberapa penelititian yang mengulas Resiko Keguguran Berkerja Malam Hari
Berdasarkan laporan dari Occupational & Environmental Medicine, antara 10.047 wanita dalam penelitian yang bekerja shift pada malam hari selama minggu ke 3 sampai minggu ke 21 kehamilan mereka, ada 740 kasus ibu yang mengalkami keguguran.
Setelah dilakukan perhitungan usia ibu hamil, indeks massa tubuh, kebiasaan bukruk seperti merokok, jumlah kelahiran sebelumnya dan status sosial ekonomi dan keguguran sebelumnya, Begtrup dan juga rekannya menemukan fakta bahwa bekerja 2 malam atau lebih dalam seminggu antara minggu ke – 8 dan minggu ke 22 mampu meningkatkan 32 persen resiko keguguran pada minggu selanjutnya.
Para peneliti juga menemukan bahwa peremuan yang melakukan kerja sebanyak 26 atau leboh pada malam hari antara minggu ke 4 jingga ke 22, memiliki resiko dua kali lipat lebih untuk mengalami keguguran dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak bekerja pada shift malam. Namun ini penemuan tersebut bedasarkan pada delapan wanita.
Sementara para peneliti juga telah menemukan hubungannya. hal tersebut bukanlah bukti jiak bekerja pada shit malam dapat menyebabkan keguguran, Menurut Dr. Zev Williams, yang merupakan kepala endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas di New York Presbyterian/Comlumbia universiti Irving Medical Center.
“Ini bukan uji coba secara acak,” kata Williams. “Dengan sesuatu seperti ini, ada banyak pembaur lainnya.”
Bisa dibilang ada banyak faktor lain juga yang mungkin saja dimiliki oleh para ibu hamil pekerja shift malam ini.
Williams mengatakan, “Data tersebut tidaklah cukup kuat untuk mebuat orang – orang berfikir unutk mengubah gaya hidup yang mereka lakukan”.
“Yang menjadi kekhawatiran saya yaitu orang yang mengalami keguguran akan bergikir ‘Ya ampun, karena saya bekerja shift malam., saya harus kehilangan bayi yang ada dikandungan saya’, kami sudah sering melihat banyak sekali orang dilanda stres dan juga rasa bersalah karena keguguran yang mereka alami.”
“Resiko Keguguran Berkerja Malam Hari memang meningkatkan resiko keguguran. “dalam sebuah kasus individu yang memiliki resiko kecil, mengakhiri pekerjaan shift malam tidak akan memberikan efek besar pada pengurangan tingkat keguguran” Kata William.