Home Hidup Sehat Kram Otot Saat Tidur

Kram Otot Saat Tidur

140
0
SHARE
kram otot saat tidur

Tidur malam merupakan saat yang tepat bagi tubuh dan otak untuk istirahat. Namun terkadang ada saja gangguan internal ataupun eksternal, yang mengurangi kualitas tidur kita. Gangguan eksternal bisa berupa gangguan di sekitar kita, misalnya suara berisik, cahaya yang mengganggu tidur, dan lainnya. Sedangkan gangguan internal yang dimaksud adalah gangguan yang terjadi pada diri kita sendiri, misalnya saat tidur tiba-tiba ada anggota tubuh yang mengalami kram.

Pernahkah kram otot terjadi pada Anda saat tidur?, hal ini tentu saja bisa membangunkan tidur pulas kita.

Apa penyebab dari munculnya kram otot pada saat kita tidur?

    1. Jarang berolah raga atau aktivitas otot
      Beberapa peneliti mengatakan gaya hidup modern yang menuntut seseorang untuk melakukan peregangan otot. Pada dasarnya tubuh kita memang harus selalu beraktivitas untuk mengimbangi kesehatan tubuh. Pekerjaan yang kurang mengandalkan otot seperti seseorang yang bekerja di kantor tentu memiliki risiko lebih tinggi dibanding dengan orang yang bekerja menggunakan ototnya.Kebiasaan hanya duduk berjam-jam setiap harinya dan minimnya berolah raga ini bisa memicu adanya kram otot. Sebenarnya kram otot bisa terjadi kapan saja atau momen-momen tertentu tidak terkecuali saat kita sedang tidur.
    2. Salah posisi saat tidur
      Para ahli mengatakan ketika seseorang berbaring telungkup saat tidur dan kaki berada pada posisi yang terlalu miring, hal tersebut cenderung membuat otot tertarik. Saat kondisit tersebut berlangsung cukup lama maka gerakan kecil pun dapat memicu betis kram saat tidur. Aliran darah tidak lancar dapat memicu kesemutan hingga kram, untuk itu usahakan untuk tidur dengan posisi yang tepat dan sehat, dimana aliran darah dapat mengalir dengan lancar.
    3. Dehidrasi
      Saat hendak tidur ada baiknya kita minum air secukupnya, agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, apabila tubuh kita tidak terhidrasi dengan baik maka akan menimbulkan risiko kram otot karena ketidakseimbangan elektrolit pada darah, ada pola musiman yang jelas dalam frekuensi kram otot. Jumlahnya lebih tinggi saat musim panas dan akan lebih rendah pada saat musim dingin. Usahakan untuk minum 8 gelas air atau 2 liter air setiap harinya.
    4. Olahraga terlalu keras
      Berolah raga tentu saja dapat memberikan berbagai manfaat positif untuk tubuh, namun apabila olahraga dilakukan terlalu keras maka dapat memicu adanya kram otot, yang dapat terjadi pada momen-momen tertentu termasuk saat kita tidur.
    5. Usia Lanjut
      Pada seseorang dengan usia lanjut memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kram otot pada saat tidur. Menurut ulasan dalam jurnal BMC Family Practice mencatat hingga 33% orang dengan usia di atas 50 tahun mengalami kram kaki nokturnal kronis, atau kram kaki saat tidur malam hari.
    6. Efek samping dari obat-obatan
      Selain beberapa hal diatas, obat-obatan juga dapat memicu adanya kram otot, sebagai efek samping dari obat-obatan yang kita konsumsi. Adapun zat-zat yang biasa memicu terjadinya kram otot, antara lain:

      1. Sukrosa besi intravena.
      2. Naproxen
      3. Raloxifene
      4. Levalbuterol
      5. Albuterol atau ipratropium.
      6. Estrogen terkonjugasi.
      7. Pregabalin
    7. Kondisi Medis Tertentu
      Selain disebabkan karena obat-obatan, kram otot juga dapat dipicu oleh kondisi medis tertentu, contohnya penyakit kardiovaskular, diabetes, gagal ginjal, gagal hati, hipotiroidisme, osteoarthritis dan kerusakan sarah.
    8. Kurangnya nutrisi pada tubuh
      Apabila kita tidak menjaga asupan nutrisi lengkap pada tubuh kita dapat memicu banyak masallah kesehatan, salah salah satunya adalah kram otot yang kita bahas. Kurangnya kalsium, magnesium dan tidak seimbangnya potassium ini bisa menjadi penyebab kram otot. Masing-masing elektrolit ini dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam darah dan otot. Hal tersebut bisa menjadi salah satu pemicunya

Untuk mencegah kram otot, coba konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan lakukan peregangan ringan setiap pagi hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here