Pengobatan Hernia – Penyakit hernia atau yang dikenal dengan turun berok merupakan gangguan dimana organ dalam menekan jaringan otot atau sekitarnya sehingga menghasilkan benjolan atau tonjolan di bawah kulit. Benjolan tersebut dapat dilihat dan dirasakan, bahkan timbul terutama ketika melakukan aktifitas atau membawa beban yang berat.

Jenis Penyakit Hernia
Sebelum melakukan pemeriksaan dan pengobatan, perlu diketahui bahwa peyakit hernia terdiri dari beberapa jenis, antara lain :
- Hernia Inguinalis
Hernia inguinis paling umum terjadi pada pria. Dimana usus kandung kemih atau jaringan lemak menembus melalui dinding perut lipat paha ke selangkangan.
- Hernia Femoralis
Hernia femoralis cenderung lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Khususnya wanita hamil atau obesitas. Dimana dapat terjadi ketika jaringan lemak menembus ke paha atas bagian dalam. Posisinya ke bawah lebih sedikit dan berbentuk lebih kecil daripada hernia inguinalis.
- Hernia Umbilikus
Hernia umbilikus umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir atau berusia di bawah 6 bulan, dan sebagian besar kasus akan menghilang sebelum bayi berusia 1 tahun. Biasanya terjadi ketika jaringan lemak menembus otot perut di daerah pusar. Apabila benjolan sangat besar atau menetap sampai usia di atas 5 tahun, operasi baru akan dilakukan.
- Hernia Insisional
Hernia insisional terjadi ketika jaringan lemak menembus melalui bagian perut atau panggul pada lokasi bekas luka operasi. Umumnya terjadi pada orang lanjut usia atau orang yang kelebihan kelebihan berat badan. Jika pernah melakukan operasi dan luka tidak sembuh sempurna karena infeksi, hernia bisa saja terjadi.
- Hernia Epigastrika
Hernia epigastrika umumnya terjadi pada pria daripada wanita. Hernia terjadi ketika jaringan lemak menembus melalui dinding perut, yang terletak antara pusar bagian bawah tulang dada.
- Hernia Hiatus
Hernia hiatus memiliki gejala perut mulas pada beberapa orang, bahkan mungkin tidak memiliki gejala nyata. Umumnya terjadi pada lansia (>50 tahun) dan apabila hernia terjadi pada anak, disebabkan oleh kelainan bawaan.
Hernia hiatus dapat terjadi ketika sebagian lambung mendorong ke atas, ke dalam rongga dada melalui diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut).
- Hernia Spigelian
Hernia ini terjadi ketika sebagian usus menembus jaringan ikat (spigelian fascia) yang terletak pada sisi luar otot rektus abdominus. Umumnya timbul di daerah sabuk spigelian (pusar ke bawah).
- Hernia Diafragma
Hernia diafragma dapat terjadi pada bayi ketika pembentukan diafragma kurang sempurna saat di dalam rahim. Biasanya terjadi ketika sebagian organ lambung menembus ke rongga dada melalui celah diafragma.
- Hernia Otot
Hernia otot dapat terjadi pada otot kaki yang disebabkan cedera ketika berolahraga. Sebagian otot akan menembus melalui dinding perut.
Pengobatan Penyakit Hernia
Hernia apabila tidak diobati tidak akan hilang atau sembuh dengan sendirinya. Pengobatan perlu dilakukan untuk menghindari memperparah keadaan penyakit hernia. Ada beberapa metode pengobatan hernia yang dapat dilakukan, tentunya dengan anjuran dokter, antara lain :
1. Operasi

Operasi akan dilakukan oleh dokter umum atau dokter bedah digestif apabila kondisi hernia menimbulkan gejala dan semakin membesar.
Adapun teknik operasi yang biasa dilakukan adalah :
- Penjahitan bagian yang mengalami kelemahan.
- Menggunakan jala (mesh) untuk memperbaiki kelemahan.
- Teknik laparoskopi dengan sayatan minimal pada kulit.
Hernia yang terjadi pada bayi tidak akan dioperasi kecuali apabila menetap hingga usia si atas 5 tahun, menimbulkan gejala, dan membesar.
2. Terapi Obat
Terapi dilakukan jika kondisi hernia tidak menimbulkan gejala secara terus menerus atau semakin membesar. Untuk hernia hiatus, dokter akan meberikan resep obat untuk menurunkan asam lambung, tujuannya untuk meredakan gejala dan rasa tidak nyaman.
Meskipun belum ada obat hernia, mungkin beberapa obat yang akan diberikan oleh dokter antara lain antasida, antagonis reseptor H-2, dan penghambat pompa proton (PPI).
Bagaimana Mencegah Penyakit Hernia?
Hernia dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal :
- Menjaga berat badan ideal dan memperhatikan pola makan.
- Mengonsumsi makanan berserat, guna melancarkan pencernaan.
- Berhenti atau mengurangi merokok, karena dapat memicu batuk kronis.
- Hindari mengangkat benda dengan beban berat, karena akan menimbulkan tekanan pada otot.
- Konsultasikan ke dokter apabila mengalami gejala hernia.


















