Home Makanan Menggunakan Wadah Makanan Styrofoam, Sehatkah?

Menggunakan Wadah Makanan Styrofoam, Sehatkah?

7
0
SHARE
Menggunakan Wadah Makanan Styrofoam

Styrofoam merupakan bahan yang sangat sering dimanfaatkan untuk kehidupan sehari – hari, mulai dari kebutuhan kemasan retail hingga kemasan makanan, pernahkah Anda mendapatkan makanan yang dibungkus dengan wadah yang terbuat dari styrofoam, lalu sehatkah menggunakan wadah makanan styrofoam ini?.

Wadah styrofoam untuk makanan ini memang sangat praktis dan mudah namun terdapat beberapa bahaya yang siap mengancam kesehatan apabila tidak menggunakan dengan tepat, penyakit kronis seperti kanker dan lainnya. Apa saja bahayanya dan bagaimana cara pencegahannya?.

Menggunakan Wadah Makanan Styrofoam

Dampak negatif menggunakan wadah makanan styrofoam

Masyarakat Indonesia banyak yang menggunakan bahan styrofoam ini untuk membungkus makanan, karena harga yang terjangkau dan praktis, namun sayangnya styrofoam ini mengandung beberapa zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia, zat berupa benzene dan styrene yang dapat menimbulkan kanker.
Dikutip dari World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa zat benzene ini merupakan zat kimia yang bersifat karsinogenik, atau zat yang dapat memicu tumbuhnya kanker dalam tubuh. Lalu zat styrene juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan seperti:

  • menyebabkan gangguan pada sistem saraf
  • Sakit kepala
  • Meningkatnya risiko penyakit leukemia dan limfoma
  • Gangguan pada perkembangan dan pertumbuhan janin dan adanya risiko bayi lahir dengan cacat.

Wadah makan styrofoam mengontaminasi makanan

Sebenarnya yang membuat wadah makanan ini menjadi berbahaya adalah kontak antara makanan dengan styrofoam ini, dimana saat makanan menyentuh styrofoam secara langsung maka makanan akan terkontaminasi zat styrene, adapun beberapa faktor yang mempengaruhi kontaminasi zat yang dikandung styrofoam terhadap makanan.
• Suhu makanan, styrofoam sendiri pada dasarnya adalah plastik yang mudah meleleh saat panas, hal ini menjadi berbahaya ketika kita menaruh makanan panas secara langsung ke wadah makanan styrofoam, untuk itu dianjurkan untuk menyimpan makanan yang panas pada wadah ini, dan gunakan alas yang steril antara makanan dengan wadah styrofoam.

  • Kontak dengan makanan secara langsung secara lama, semakin lama kita menyimpan makanan didalam wadah styrofoam maka akan semakin besar pula kontaminasi zat berbahaya dari styrofoam ke makanan.
  • Kadar lemak makanan, pada makanan dengan kadar lemak yang tinggi akan mendapatkan kontaminasi styrene yang lebih banyak dari pada makanan dengan sedikit lemat, walaupun begitu ilmuwan masih meneliti mengapa lemak makanan mempengaruhi perpindahan styrene ke dalam makanan kita.

Wadah makanan styrofoam yang dijual dipasaran rata – rata aman

Hingga saat ini wadah makanan styrofoam masih mendapat izin dari pemerintah untuk digunakan masyarakat umum. WHO mengatakan bahwa styrene tidak akan menimbulkan masalah kesehatan apabila kandungan styrene dalam tubuh tidak melebihi 5000 ppm di dalam tubuh, sedangkan pada 1 kemasan wadah makanan styrofoam ini kurang lebih mengeluarkan sebanyak 0,05 ppm. Meski masih digolongkan aman, namun pastikan untuk menggunakannya secara tepat.

Cara pencegahan bahaya styrofoam dari wadah makanan

Kita tetap bisa menikmati kepraktisan dan kemudahan dari wadah makanan styrofoam ini dengan tetap memperhatikan beberapa hal untuk menghindari dari kontaminasi zat berbahaya styrene.

  • Gunakan wadah makanan styrofoam hanya sekali pakai saja
  • Jangan menggunakan wadah makanan styrofoam untuk makanan yang panas
  • Jangan menggunakan wadah makanan styrofoam untuk makanan yang hendak dipanaskan
  • Hindari kontak langsung antara makanan dengan styrofoam, Anda bisa menggunakan kertas nasi atau plastik diantaranya.
  • Jangan gunakan wadah ini apabila makanan bersifat lemak tinggi atau mengandung alkohol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here