Home Penyakit Ketahuilah Penyebab Disleksia dan Cara Mengatasinya

Ketahuilah Penyebab Disleksia dan Cara Mengatasinya

129
0
SHARE
penyebab disleksia

Penyebab Disleksia – Pada laman sebelumnya, sudah dijelaskan mengenai gejala disleksia yang perlu diketahui sejak masih dini. Disleksia tidak dapat disepelekan apalagi menyangkut kehidupan sesorang untuk kedepannya. Perlu diketahui juga bahwa penyakit disleksia memiliki penyebab serta dapat diatasi dengan berbagai cara untuk mengobatinya.

Lantas, apa penyebab Disleksia?

Adapun penyebab disleksia belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Hal tersebut dikarenakan setiap pengidap disleksia mengalami gejala yang berbeda-beda. Namun, dugaan penyakit disleksia dapat disebabkan dari beberapa faktor, antara lain :

  • Genetik atau keturunan, artinya memiliki anggota keluarga yang memiliki penyakit gangguan dalam belajar.
  • Infeksi atau paparan nikotin, alkohol, dan obat-obatan pada masa kehamilan  sang ibu sehingga memengaruhi perkembangan otak pada janin yang dikandungnya.
  • Bayi yang lahir secara prematur atau dengan berat badan yang rendah dari rata-rata berat bayi pada umumnya.
  • Bayi yang lahir dengan kondisi cedera otak.
  • Seseorang yang memiliki kelainan pada struktur otak, misalnya cedera atau trauma pada otak.
  • Memiliki penyakit lainnya, seperti stroke.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit Disleksia?

mengatasi disleksia

Pada dasarnya, penyakit disleksia tidak dapat disembuhkan. Namun, metode terapi dapat dilakukan dengan tujuan melatih anak atau seseorang pengidap disleksia untuk dapat berperilaku normal di lingkungan masyarakat. Adapun cara yang dilakukan antara lain :

  • Membacakan buku untuk anak-anak.
  • Memperbanyak waktu membaca di rumah, seperti membaca kalimat dengan tepat, serta memahami makna yang dibaca.
  • Mengupayakan kerjasama yang baik dengan pihak sekolah anak tersebut.
  • Mempelajari untuk mengenali bunyi kata yang terdengar mirip, seperti ‘pasar’ dan ‘pagar’.
  • Belajar mengeja dan menulis, mulai dari kata yang sederhana hingga kalimat yang rumit.
  • Memahami setiap huruf dan susunan huruf yang membentuk bunyi tersebut.
  • Menyusun kalimat dan memahami kosakata baru.
  • Menjadikan suasana membaca dan belajar menjadi menyenangkan.

Point-point tersebut dapat dilakukan sebagai terapi untuk penderita disleksia. Jika rutin dilakukan, penderita akan merasakan lebih baik dalam hal belajar membaca, menulis, maupun mempelajari hal baru. Tidak ada salahnya untuk mencobanya, karena setiap hal yang dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh pasti akan ada hasilnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here