Home Hidup Sehat Risiko Menggunakan Kipas Angin Saat Tidur

Risiko Menggunakan Kipas Angin Saat Tidur

15
0
SHARE
Risiko menggunakan kipas angin saat tidur

Indonesia merupakan negara memiliki dua musim yaitu penghujan dan kemarau, pada saat musim kemarau suhu di siang hari terasa panas dan gerah, bahkan terkadang hingga malam pun masih terasa panas. Bagi masyarakat menengah atas mungkin hal itu bisa diatasi dengan memasang pendingin ruangan seperti ac, namun bagi masyarakat menengah ke bawah solusi paling mudah adalah menggunakan kipas angin, akan tetapi ternyata ada risiko menggunakan kipas angin saat tidur.

Risiko menggunakan kipas angin saat tidur

Kipas angin merupakan alat yang murah dan cukup praktis penggunaanya jadi sudah sejak lama kipas angin listrik menjadi solusi dan sudah menjadi barang wajib yang ada di rumah bagi masyarakat Indonesia.

Adapun risiko menggunakan kipas angin saat tidur dilansir dari Life Hack, setidaknya ada 5 risiko yang mengancam kesehatan jika tidur menggunakan kipas angin.

Risiko menggunakan kipas angin saat tidur

1. Alergi Debu

Kipas angin memang bisa menyejukkan ruangan dengan sirkulasi udara yang berputar – puta namun tanpa disadari dalam ruangan yang tertutup terlebih tanpa adanya ventilasi udara yang baik, udara yang kita hempaskan berpotensi untuk terhirup kembali, lebih buruknya lagi jika udara yang disirkulasikan mengandung virus, bakteri, kuman dan debu – debu yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan, batuk hingga asma karena alergi debu.

2. Bell Palsy

Risiko menggunakan kipas angin saat tidur selanjutnya ini merupakan dampak buruk dari arah kipas angin yang langsung mengenai wajah, yaitu bell palsy yang mengakibatkan dampak buruk seperti kelumpuhan yang menyerang bagian wajah. Kondisi ini terjadi karena wajah yang terpapar suhu dingin dari angin, sehingga wajah jadi lebih menegang. Saat terkena penyakit ini, wajah akan terasa tegang terus dan mengakitbatkan sulit untuk senyum atau berekspresi

3. Hipertermia

Menggunakan kipas angin secara terus menerus dalam durasi yang lama dapat mengakibatkan hipertemia. kondisi dimana suhu tubuh berada diatas normal (36°C) dan terterus berada ditingkatan yang lebih saat tubuh tidak mampu menahan suhu panas.

Pada saat cuaca sangat panas sebaiknya tidak menyalakan kipas angin pada ruangan yang tidak ada ventilasi udara yang baik. Sebaiknya buka jendela saat menyalakan kipas angin.

Pada saat jendela ruangan terbuka maka tubuh akan merespon dengan mengeluarkan keringat, namun susu ruangan lebih panas dibandingkan suhu tubuh, maka dapat meningkatkan tekanan panas pada tubuh atau terjadi hipotermia

4. Kekurangan Oksigen

Risiko selanjutnya yaitu kekurangan oksigen, dibalik kesejukan yang diberikan kipas angin yang terus berputar kencang ini akan membuat paru – paru tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Keluarnya udara dingin dari kipas angin yang langung mengarah ke hidung atau mulut, hal tersebut dapat memperparah kondisi karena kekurangan oksigen dan jadi sulit bernafas.

5. Kurangnya cairan pada tubuh

Penggunaan kipas angin pada malam hari karena gerah, dapat berakibat pada kurangnya cairan pada tubuh, selain dapat menurunkan kualitas tidur. Walaupun kipas angin memberikan kesejukan saat kita tidur, namun ternyata udara dingin pada ruangan ini dapat menyerap air dalam tubuh.
Akibat dari kurangnya cairan pada tubuh ini membuat tubuh mengalami kekeringan, maka kelembaban tubuh akan menurun dan mengakibatkan rasa haus pada malam hari.

Sebaiknya gunakan kipas tidak terlalu kencang dan tidak terlalu lama, hindari juga menggunakan kipas angin yang mengarah langsung ke wajah, jika kipas angin memiliki fitur timer atau natural wind (kipas yang nyala mati secara otomatis) fitur tersebut dapat digunakan agar tidak berlebihan terkena angin yang memiliki risiko yang membahayakan kesehatan. Lebih baik juga apabila kita menerapkan sistem ventilasi udara yang baik pada ruangan kita, serta selalu membersihkan debu pada ruangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here