Home Demam Berdarah Dengue Demam Berdarah Dengue (DBD) : Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Demam Berdarah Dengue (DBD) : Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

206
0
SHARE
DBD

Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam yang mudah menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang hidup di wilayah tropis dan subtropis. Penularan demam disebabkan oleh nyamuk penyebab demam berdarah tersebut.

Penyakit tropis ini paling banyak ditemukan di Infonesia dan merupakan salah satu penyakit infeksi akut. Pada beberapa kasus, demam berdarah dapat membuat penderitanya mengalami nyeri hebat. Selain itu, beberapa faktor juga dapat memicu risiko penyakit demam berdarah, antara lain :

  • Bertempat tinggal atau bepergian ke daerah tropis;
  • Pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya;
  • Orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah, dapat terjadi pada bayi, anak-anak, maupun lansia.DBD 2

 

Gejala

Gejala utama dari penyakit demam berdarah dengue adalah mendadak suhu tubuh menjadi tinggi hingga 39 derajat Celcius. Demam akan berlanjut selama 2-7 hari dan kemudian turun dengan cepat. Umumnya, penderita mengalami gejala seperti berikut :

  • Demam tinggi
  • Menggigil dan lemas
  • Nyeri kepala berat
  • Mual dan muntah
  • Ruam kulit sekitar 2-5 hari setelah demam
  • Nyeri bagian belakang mata, otot, dan tulang sendi
  • Nafsu makan turun
  • Kesulitan menelan makanan dan minuman

Penyebab

Penyebab demam berdarah adalah virus nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang disebarkan melalui gigitannya. Bagian leher dan pergelangan kaki menjadi bagian tubuh yang umum digigit oleh nyamuk tersebut. Virus yang dibawa akan masuk dan mengalir di dalam darah yang kemudian menginfeksi sel-sel kulit terdekat (keratinosit).

Di dalam tubuh yang terinfeksi, virus mengalami masa inkubasi selama 3-14 hari. Virus dapat menginfeksi dan berkembang biak di dalam sel kekebalan khusus pada lapisan kulit (sel Langerhand). Sel Langerhand sendiri normalnya bekerja membatasi penyebaran infeksi yang secara terus menerus. Namun, jika sel sudah terinfeksi oleh virus, maka selanjutnya virus tersebut akan menuju ke kalenjar getah bening dan menginfeksi lebih banyak sel sehat. Dengan begitu, tubuh akan merespon gejala seperti demam, flu, dan nyeri otot.

Pencegahan

  • Menguras bak mandi atau tempat penampungan air lainnya miimal setiap minggu.
  • Menutup rapat penampungan air.
  • Memberantas sarang nyamuk penyebab demma berdarah. Lakukan dua kali pengasapan isektisida atau fogging dala jarak 1 minggu.
  • Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi perkembangbiakkan nyamuk penyebab demam berdarah.
  • Anak yang berusia 9-16 tahun harus melakukan vaksinasi dengue sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan.
  • Menghindari daerah yang rentan terinfeksi.
  • Menggunakan kelambu saat tidur.
  • Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah.
  • Menggunakan krim anti-nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET), namun jangan digunakan pada anak di bawah 2 tahun.

Apabila memiliki beberapa gejala di atas atau sudah melakukan pencegahan tersebut namun penyakit demam berdarah masih menyerang dan mengganggu aktivitas keseharian, segera kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan atau saran lainnya sesuai kondisi yang Anda alami.

Ketahui juga fase demam berdarah untuk lebih mengetahui keadaan yang sedang dialami apabila terinfeksi virus dengue. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan penanganan yang sedini mungkin akan mencegah munculnya masalah yang mungkin akan lebih parah lagi kedepannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here